Senyum dan Tawa Si Gila
Cinta yang tulus tidak pernah memiliki alasan
Pada suatu hari saya merasa sangat gembira. Saya menikmati udara segar dan berjalan-jalan di taman kota. saya benar-benar menikmati keindahaanya, bunga-bunga yang sedang mekr, sinar matahari sore yang kemerah-merahan, angin sepoi-sepoi yang lembut, pokoknya saya sangat menikmati keindahan sembil berjalan-jalan dan bersiul. Semua hal itu membuat hati saya sangat gembira sekali.
Namun tiba-tiba datanglah hujan yang cukup lebat. Mengapa cuaca yang tadinya cerah tiba-tiba mendung dan turun hujan?, padahal saya tidak membawa payung ataupun jas hujan. Kegembiraan saya yang tadi tiba-tiba hilang entah kemana perginya?, semuanya lenyap dalam sekejap.
Bersama dengan beberapa orang yang sedang berjalan kaki spontan saya berlari mencari tempat berteduh, kebetulan tidak jauh dari situ ada ruko yang sedang tutup. Tanpa pikir panjang saya berteduh di serambi ruko itu, saya heran orang-orang yang tadi berlari bersama saya,ketempat itu tidak ada yang mau singgah saya rasa pasti ada yang tidak beres.
Ternyata benar di serambi ruko itu ada orang gila yang duduk dengan tenang-tenangnya, dengan sedikit rasa cemas saya akhirnya tidak jadi beranjak karena sudah terlanjur, dan mengambil jarak agak jauh dari orang gila itu.
Sudah hampir setengah jam saya menunggu, hujanya malah semakin deras saja dan sesekali cipratan airnya mengenai baju saya dan membuat saya tambah kesal dan marah. Saya juga khawatir jangan-jangan saya akan terserang flu dan itu adalah penyakit yang sangat merepotkan.
Dari tempat saya berdiri saya sedang mengamati orang gila itu ia sedang tersenyum sendiri kadang-kadang juga di sertai tawa. Saya benar-benar maklum kan dia orang gila, yang mengherankan saya adalah ketika saya perhatikan orang itu ternyata orang gila ini tidak terpengaruh dengan udara dingin dan dengan cipratan air hujan yang sesekali mengenai wajahnya, rupanya dia tidak terusik dengan hal itu dan bahkan tidak perduli dengan kehadira saya. Tetap saja dia tersenyum dan tertawa sendiri.
Dan hujan pun menjadi semakin deras dan baju saya semakin basah, udara tambah dingin saya gemeteran dan kadang bersin, dan dalam hati saya juga mengumpat kenapa hujan tidak berhenti-berhenti?, sambil dalam keadaan kesal saya tidak sengaja melirik orang gila tadi dan lagi-lagi ia tersenyum sendri, kali ini sambil mengayunkan kaki dan tangannya dan menadah air hujan. Wajahnya sangatceria menunjukan kegembiraan yang begitu tulus, dan saya rasa tidak di buat-buat.
Saya pun berfikir mengapa dia selalu gembira dan saya kehilangan kegembiraan saya karena hujan?
dan si orang gila ini bisa-bisanya sangat gembira dan bahagia tetapi saya?, kemana perginya kegembiraan saya yang barusan?.
Ketika sampai di rumah saya mencoba menrenungkan mengapa kegembiraan saya begitu cepat hilang padahal hanya gara-gara hujan. Dan si gila itu hujan yang sangat lebat tidak mampu menggeser kegembiraanya. Dia malah senang sambil mengayunkan kaki dang tangannya dan sambil tersenyum sangat tulus, dimanakah rahasia kegembiraanya?
Besambung..........
Besambung..........
No comments:
Post a Comment