Saturday, November 18, 2017

Siapa yang Menghitung?

Dia Berumur 85 Tahun

Sikap adalah, bukan kecakapan yang menetapkan ktinggian anda

Adalah seorang kakek yang berusia delapan puluh liam tahun yang penuh gairah, yang menikah pada umur delapan puluh tahun. Itu sendri luar biasa , tetapi belum lama ini si kakek melakukan perjalanan misionaris ke Kenya, tempat langkah yang diambilnya akan menghabiskan tenaga orang yang umurnya separuh dari nya. Sementara itu ia menempuh perjalanan perjuangan suci selama enam minggu, dia melewati delapan hari mengikuti jalan setapak desa di luar Naerobi, ibu kota Kenya karena tidak ada mibil atau jalan raya.

Sampai saat ini ia masih bekerja penuh waktu dalam tiga pekerjaan yang diambilnya untuk membiayai perjalanan ke Kenya. Dia melewatkan tiga hari sepuluh jam berturut-turut sebagai pengemudi bagi pelelang mobil, hari sabtu di gunakanya untuk bekrtja di perusahaan pemakama, dan dia juga menjadi perwakilan penjualan regional untuk sebuah perusahaan kkesehatan gigi. Dengan sikapnya yang luar biasa ia tersenyum dan berkata. Apa sajayang di perlukan?, dan itu rupanya merupakan prinsip penuntun dalam kehidupanya.

Ia menyadari bahwa hanya tinggal waktu saja sebelum kehidupan berakhir baginya, maka saat dia berada di Nairobi ia melatih seorang lokal untuk menjadi penerus baginya. Sejak tahun1990, ia berada di setiap benua dan di duapuluh lima negara. Dan dia merencanakan perjalanan ke Swedia dan Perancis. Ia bersyukur keda Tuhan untuk kesehatanya yang baik dan kemampuan untuk berpergian jauh-jauh. Kenyakinan sedemikian rupa membuat dia tidak pernah gelisah saat pergi keluar atau berada di luar negri karena ia yakin bahwa Tuhan yang memberikan ida tantangan dan Tuhan juga yang memampukanya menjalani itu semua.

Dengan keyakinan dan contoh seperti itu mungkin 30 tahun lagi ada yang seperti kakek ini saya yakin kita semua bisa sepertinya kalau memiliki sikap dan pandanganyang tepat tentang hidup ini.


No comments:

Post a Comment

Translate