Suatu ketika di sebuah desa yang kecil hiduplah seorang Ibu bersama anak perempuanya yang berusia tujuh tahun, hidup mereka sangat berkekurangan apalagi sepeninggal suami.
mereka makin kesusahan, banyaknya hutang yang melilit mereka membuat sang ibu harus bekerja keras membanting tulang untuk menafkahi dirinya dan anak perempuanya, juga untuk melunasi hutang mereka.
Anak perempuanya bernama Mina, Mina adalah gadis yang baik. Mina rajin membantu ibunya dan ia mengerti akan keadaan mereka jadi mina memutuskan untuk menahan egonya sebagai seorang anak ia tidak bermain bersama teman-teman sebayanya, ia tidak bermanja-manja kepada ibunya dan, ia selalu membantu ibunya pergi berjualan kue ke pasar.
Hari itu musim dingin salju yang turun lumayan lebat dan dinginya menembus masuk rumah mereka yang kecil, saat itu mereka mempersiapkan barang jualan, memasak kue dan semua keperluan yang akan di jual sampai, sang ibu menyadari bahwa keranjang tempat untuk membawa barang dagangan sudah rusak jadi sang ibu memutuskan untuk pergi mencari keranjang.
"Mina kamu di rumah ya nak, jangan kemana-mana". Kata sang ibu, Jawab Mina"baik bu".
Lalu si ibu pun pergi membeli keranjang baru, sesampainya di rumah si ibu mendapati rumahnya kosong dan Mina tidak ada di rumah, lalu si ibu pun naik pitam dia sangat marah kepada mina,
"dasar anak tidak tahu diri, sudah tahu hidup kita susah masih saja pergi bermain-main".
Lalu sang ibu beres-beres dan pergi ke pasar, sebelum pergi si ibu mengunci pintu rumahnya, agar mina tidak bisa masuk sebagai hukuman terhadap Putrinya yang tidak patuh.
8 jam berlalu si ibu pun pulang dan betapa terkejutnya ia mendapati tubuh mungil putrinya yang membeku dan tidak bernyawa, tergeletak di depan pintu rumah mereka.
Si ibu pun berteriak dan menagis, teriakanya mencairkan es tapi tidak dapat mengembalikan nyawa Mina. lalu ia cepat-cepat membawa anaknya itu masuk kerumah dan mengoyang-goyangkan tubuh kecil anaknya tetapi Mina tidak bergerak-bergerak juga.
Saat mengoyang-goyangkan tubuh anaknya tiba-tiba jatuh sebuah bungkus kecil dari tangan mungil mina, lalu si ibu membuka bungkus itu dan menemukan sepotong kue kecil dan juga tulisan, yang merupakan tulisan Mina.
Surat Untuk Ibuku
Ibu, ibu mungkin lupa hari ini adalah hari yang berharga buat ibu. Kita tidak akan bisa melewati hari-hari sulit tanpa semangat dan kerja keras ibu, saya hanya mampu membelikan kue kecil ini, kue ini saya belikan dari semua tabungan saya khusus untuk hari ini. Khusus untuk ibu karna ibu pahlawan ku.
Selamat ulangtahun Ibu.
I Love You Mom
Mina.:)
No comments:
Post a Comment