Tidak Punya Email
Ada sebuah kisah tentang seorang pemuda desa yang ingin mencapai cita-cita nya pergi ke luar negri,
pemuda ini adalah anak gembala sapi dan hidupnya sangat senang dan bahagia, hidup yang penuh dengan kesederhanaan dan kegembiraan.
Suatu ketika setelah menamatkan pendidikan Sekolah Menengah Atas ia berpamitan kepada sang ibu untuk pergi merantau ke kota, di kota ia menjadi juru parkir, dan bekerja serabutan, ia juga bekerja sebagai CS, di sebuah toko.
Karena toko tempat ia bekerja itu hapir bangrut, sang pemilik toko merekomendasikan dia untuk melamar kerja di sebuah mol, karena pemilik toko ini beranggapan bahwa anak muda ini bekerja dengan cukup baik atau bahkan sangat baik.
Lalu si anak muda ini pergi ke mol yang di sarankan oleh tuanya itu, ia pun menjalankan beberapa tes dan ia lulus semua dan yang terakhir, sang Manager berkata, "selamat anda akan melanjutkan ke tahap berikutnya, syaratnya akan di kirim ke Email anda", jawab sang pemuda, "maaf bapak saya tidak memiliki email". Lalu jawab sang Manager, "maaf mas tapi syaratnya hanya bisa di kirim lewat email".
Dengan hati yang kecewa si pemuda yang gaptek pun keluar kantor dan mencoba usaha lain dengan uang seadanya ia membeli 1 kilo buah apel, lalu berkeliling dan menjajakan apelnya usahanya pun membuahkan hasil ia mendapat keuntungan enam kali lipat, dengan membeli apel perkilo dan menjuallnya perbiji.
Lalu ia melihat sebuah peluang ia mulai membersihkan apel-apel yang akan di jualnya dan membungkusnya dengan sedemikian rupa sehingga apel-apel itu tampak menarik bagi para pembeli ya, benar saja setelah 3 tahun usahanya menjadi besar ia tidakhanya menjajakan apel saja tapi ia sekarang memiliki toko parsel buah-buahan dan juga perkebunan apel.
Dan dia juga menjadi pengekspor buah apel terbesar di kotanya, ia sudah mapan dengan istri dan juga anak juga rumah yang cukup besar, ia pun memutuskan untuk membuat asuransi kesehatan, lalu ia pergi ke rumah sakit, dan menyelesaikan berbagai persayaratan dan pada akhirnya sang pelayan bertanya, "tuan apakah nama Email tuan?" Jawab nya, "maaaf mbak saya tidak punya Email".
Lalu si pelayan mengatakan "bagaimana mugkin seorang pengekspor apel terbesar di kota ini tidak memiliki Email?", Jawab nya, "mbak apakah anda tahu apa yang terjadi jika dulu saya punya Email?".
Jawab si pelayan.," Memangnya apa yang akan terjadi pada bapak?".
Jawab si Bapak."Mungkin saya sudah di terima menjadi CS di sebuah mol dan tiadak menjadi seperti sekarang ini".
No comments:
Post a Comment